Wuah, dah lama ngga post.
Btw, sebelum mulai, ini post pertama yang pake kata “saya” lho..
Pernah ngga mikir soal hal-hal sederhana di sekitar yang ternyata luar biasa? Yang ngebuat hati tergugah dan terdiam kagum? halah, apa ini belum-belum kok udah geje.
Yah, intinya. Pernah ngga sih berpikir manusia tuh hebat banget, bisa2nya kepikiran untuk membuat suatu benda yang kalo ngga pernah ditemukan, kehidupan yang sekarang ini nggak akan pernah ada.

Nah, in my opinion, penemuan terhebat yang pertama adalah tulisan. Yup, tulisan emang udah ada sejak jaman dulu, masa dimulainya sejarah. Ngga ada tulisan, ngga ada gambar, tentu ngga akan ada lukisan bagus2 yang kita lihat sekarang, ngga ada sekolah, ngga ada uang. Bahkan mungkin ngga akan ada yang namanya komputer, ngga akan ada desain grafis, ngga akan ada juga internet, postingan ini juga ngga akan ada
Yang kedua, cermin, hehehe ![]()
Yup, selain buat bernarsis ria, bisa ngeliat kalo2 ada sesuatu yang nyelip di gigi, dan fungsi-fungsi lainnya. Anda juga akan mendapatkan fitur tambahan berupa . . . *eh,lho?*
Kalo saya pikir, ngga ada cermin maka ngga akan ada kamera buat narsis. Haha..
Lah, toh, ngga peduli tampang gimana juga.
Cermin, kalau dalam makna konotatif bisa jadi pengingat diri, makanya ada istilah cermin hati untuk selalu ngejaga diri. Oya, di sini ada kata-kata menarik
Hanya cermin satu-satunya “sesuatu” yang tak pernah diludahi

Yang ketiga, tangga.
Di mana hebatnya selain buat naik turun?
Hmm, kalo ngga ada tangga, rumah bertingkat juga cuma mimpi kali ya. Mal ngga ada. Mo bangun rumah juga jadi ribet kalo tanah yang dipunya terbatas. Karena lahan terbatas, rumah susun ngga ada, hotel buat liburan juga ngga bertingkat, bisa2 suatu saat Bumi meledak saking padatnya. Harga tanah jadi mahal. Taman pun bisa jadi ngga ada karena saking ngga ada tempatnya. Demi tempat tinggal, mungkin ngga akan ada hutan lagi. Humm, nampak berlebihan. ![]()
Begitu juga di hidup, ngga ada “tangga”, hidup jadi datar2 aja.
Ahaha, ternyata saya gampang kagum…










Mas Kopdang berkata
keempat:

duit!
gak ada duit, ane males ngapa-ngapain..
*matre :mode On*
hahahaha…
petra berkata
memang segala sesuatu kadang karena saking seringnya kita pakai jadi malah kurang kita syukuri
ghe2 berkata
@kopdang : kalo ga ada tulisan, duit cuma selembar kertas kosong lhooo..
@ka petra : iya, terasa taken-for-granted si ya
Ivan berkata
Saya juga ikut-ikutan pake saya,ah… (Emang aslinya selalu make saya
)
Kalau kata saya sih kacamata… Soalnya kalo ga ada kacamata ntar penglihatan orang-orang kaya saya jadi rabun
.
Tapi pernah mikir,nggak? Kacamata dibuat pasti oleh orang yang ngerasain butuh kacamata. Berarti dia juga rabun. Nah, berarti kacamata dibuatnya oleh orang rabun dong? Berarti kesimpulannya orang rabun (termasuk saya) hebat
.
teds berkata
sdikit crita nih (sorry klo repost)…
^ `
Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari ‘Tujuh Keajaiban Dunia.’ Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ saat ini.
Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi:
1] Piramida
2] Taj Mahal
3] Tembok Besar Cina
4] Menara Pisa
5] Kuil Angkor
6] Menara Eiffel
7] Kuil Parthenon
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab, ‘Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.’ Sang guru berkata,’Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.’
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, ‘Saya pikir, ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ adalah,
1] Bisa melihat,
2] Bisa mendengar,
3] Bisa menyentuh,
4] Bisa menyayangi,
5] Bisa merasakan,
6] Bisa tertawa, dan
7] Bisa mencintai
Ruang kelas tersebut sunyi seketika.
Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya ‘keajaiban’.
Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai sesuatu yg ‘biasa’.
meliza766hi berkata
kl ’saya’ mikirnya penemuan terhebat itu : ‘menemukan sesuatu yang hilang’..agak2 rekursif…
versi serius:
seringkali orang nyadar tentang arti sesuatu ketika sesuatu itu sudah pergi atau tidak ada…
versi lucunya :
jadi pe-’nemu’-an terhebat itu menemukan sesuatu yang lagi dicari,
misalnya :
pas kehilangan flashdisk, tiba2 ‘nemu’, horeeee,
pas kehilangan dompet, blabla, kalo ‘nemu’, pasti hore juga, hahahahhaa
restya berkata
@teds : wew dalem… jadi inget buku The Divine Message of The DNA
ghe2 berkata
@ivan : iya deh, orang hebat.
@fiorelli : setuju ama restya, dalem banget. Iya sih, kita jadi
sangat kurangngga menghargai yang taken for granted buat kita.Manusia bisa nemuin segala sesuatunya kan karena penemuan yang dikasih oleh Allah. Huhu, jadi malu..
@mel : iya, mel. Ngga terasa sampe suatu hal itu ngga ada lagi.
Hehe, jawaban versi lucunya kreatif..
harbag luthu berkata
kata gw penemuan plg hebat adalah suatu cara mencari sponsorship ke perusahaan2 yang ampuh, manjur, dan pasti berhasil dalam rangka acara besar hmif ‘09,,jahahahahaha..
rsatrioadi berkata
@ivan
kiddin’ bro
kesimpulan yg aneh? ga lulus logif ya?
@gheghe
Penemuan terhebat?
1. Api
2. Roda
3. Majalah playboy
Itu katanya si pendiri majalah playboy…
ghe2 berkata
@harbag : ah, bisa aja si bos keuangan satu ini..
@satrio : kalo gitu, satu lagi.. blog ini (itu menurut saya, si “penemu” blog ini), ahahaha
alvin berkata
Penemuan terbaik di dunia : penghapus!!!
Rasanya ini pernah jadi status gege juga kan? dan aku akan selalu menjawab hal yang sama
puthutp berkata
Saia ikutan ah.
@satrio dan ivan
apapun lah, pokoknya orang rabun hebat.
Menurut saia bahasa. Hebat sekali manusia2 zaman dulu bisa memberi nama benda2, kejadian, sifat, dan lain2 terus membuat pola tertentu untuk menyampaikan maksudnya pada orang lain dan orang lain bisa mengerti. (Kalo yang baca ini ga ngerti, berarti saia tidak lebih hebat dari manusia2 zaman dulu)
Masih belum tau bagaimana orang-orang bisa “sepakat” menyebut meja sebagai “meja”, pohon disebut “pohon”, dll.
……ini gw nulis apa sih…….